Uselnews.com, Kota Bengkulu - Pelaku UMKM batik di wilayah Kelurahan Betungan mengeluhkan masih minimnya perhatian pemerintah terhadap pengembangan produk batik lokal. Keluhan ini mencuat karena para pengrajin mengaku jarang dilibatkan dalam promosi daerah, terutama saat kunjungan tamu dari luar daerah ke Bengkulu.
Selama ini, menurut para pengrajin, tamu-tamu yang datang justru lebih diarahkan untuk membeli batik di gerai-gerai besar yang sudah mapan. Kondisi tersebut membuat para pengrajin lokal merasa kurang mendapat kesempatan untuk memperkenalkan karya mereka.
Salah satu pengrajin, Santi Batik, warga RT 10 RW 2 Betungan, berharap pemerintah dapat lebih memberdayakan pelaku UMKM batik lokal dengan mengenalkan serta menggunakan produk mereka sebagai identitas daerah.
“Kami ini pengrajin lokal, berharap bisa diberdayakan. Batik hasil karya kami bisa dipakai, dikenalkan, atau dijadikan oleh-oleh khas daerah. Kalau ada tamu dari luar kota, jangan hanya diarahkan ke toko-toko besar, tapi juga ke kelompok pengrajin seperti kami yang mandiri,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pengrajin batik di Betungan telah memiliki kemampuan yang cukup lengkap, mulai dari produksi batik sintetis hingga batik berbahan alami. Para pengrajin berharap adanya dukungan nyata berupa promosi maupun fasilitasi pemasaran.
Menanggapi aspirasi tersebut, Anggota DPRD Kota Bengkulu Minadi, SH menyatakan pihaknya akan menyampaikan keluhan para pengrajin kepada instansi terkait. Ia menegaskan bahwa UMKM, khususnya pengrajin batik lokal, harus mendapat dukungan penuh karena memiliki potensi besar dalam mengangkat ekonomi masyarakat.
“Kalau sifatnya bantuan dari pemerintah, tentu harus mengikuti prosedur, termasuk legalitas produk melalui pembentukan kelompok atau badan usaha. Dengan legalitas itu, nantinya bisa mendapatkan bantuan baik berupa pendanaan maupun promosi yang akan memajukan UMKM,” jelasnya saat menggelar kegiatan penyerapan aspirasi masyarakat masa sidang I Tahun 2026 di Betungan, Senin (16/2/2026).
Editor : Ferdi