Skip to main content

Banyak Keluhan Muncul, DPRD Seluma Dorong Audit dan Evaluasi Dapur MBG

Anggota DPRD Kabupaten Seluma dari Partai Gerindra, Zetman

Uselnews.com, Seluma - Anggota DPRD Kabupaten Seluma dari Partai Gerindra, Zetman, meminta dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Seluma menyusul pergantian kepemimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN).

Menurut Zetman, pergantian pimpinan BGN di tingkat pusat harus menjadi momentum untuk melakukan pembenahan, khususnya terhadap pengelolaan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) MBG yang beroperasi di daerah.

Ia menilai monitoring dan evaluasi terhadap seluruh aspek pelaksanaan program perlu dilakukan secara berkala agar tujuan program nasional tersebut dapat tercapai secara optimal.

"Bergantinya Kepala BGN saya rasa bukan tanpa alasan. Saya berharap setiap dapur MBG yang ada di Kabupaten Seluma dilakukan peninjauan ulang, mulai dari lokasi dapur SPPG, manajemen pengelolaan, pelayanan distribusi makanan, kualitas menu MBG, hingga sistem penyediaan bahan makanan," ujar Zetman.

Ia menjelaskan, berdasarkan berbagai informasi dan temuan yang berkembang di lapangan, masih terdapat sejumlah persoalan yang perlu mendapat perhatian serius. Di antaranya terkait pengelolaan limbah dapur, kualitas bahan makanan, serta lokasi dapur yang dinilai belum sepenuhnya memenuhi standar yang ditetapkan.

Selain itu, Zetman juga menyoroti masih adanya dapur MBG yang membeli sebagian bahan pangan dari luar daerah, padahal Kabupaten Seluma memiliki potensi pertanian dan peternakan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan program tersebut.

Menurutnya, pemanfaatan produk lokal harus menjadi prioritas agar program MBG tidak hanya meningkatkan gizi anak-anak, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat dan petani lokal.

Lebih lanjut, Zetman mengaku sebelumnya telah menerima sejumlah keluhan dari masyarakat terkait kualitas menu MBG yang dinilai kurang memuaskan serta keterlambatan distribusi makanan ke sekolah-sekolah penerima manfaat.

"Beberapa persoalan seperti ini pernah ditemukan di Seluma. Karena itu saya meminta dilakukan peninjauan ulang secara menyeluruh agar program nasional ini benar-benar berjalan dengan baik dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat," tegasnya.

Ia berharap evaluasi yang dilakukan ke depan dapat meningkatkan kualitas layanan MBG di Kabupaten Seluma, sehingga program unggulan pemerintah tersebut dapat berjalan sesuai tujuan dan memberikan manfaat nyata bagi para siswa penerima manfaat. (Adv)