Skip to main content

Dugaan Skandal Moral di RSKJ Bengkulu, Publik Menunggu Klarifikasi Resmi Manajemen

Foto : Ilustrasi

Uselnews.com, Bengkulu - Citra Rumah Sakit Khusus Jiwa (RSKJ) Soeprapto Provinsi Bengkulu yang seharusnya menjadi tempat penyembuhan dan edukasi medis kini berada di ujung tanduk. Sebuah skandal asusila yang mencoreng institusi kesehatan tersebut mencuat ke publik, menyeret nama seorang oknum pegawai berinisial PL.

​Oknum PL diduga kuat telah menyalahgunakan wewenangnya dengan melakukan tindakan tidak senonoh terhadap tiga orang mahasiswi yang tengah menjalani praktik magang di rumah sakit tersebut. Tak tanggung-tanggung, ketiga mahasiswi ini diduga dijadikan sebagai wanita simpanan oleh oknum tersebut di bawah bayang-bayang relasi kuasa.

​Berdasarkan informasi yang dihimpun, ketiga mahasiswi yang menjadi korban ambisi menyimpang PL berasal dari jenjang pendidikan yang berbeda, yakni:
​Vl (Semester 6)
​AT (Semester 6)
​Sk (Semester 2)

​Perbuatan ini dinilai sangat mencederai dunia pendidikan dan etika profesi kedokteran/kesehatan. Mahasiswi yang seharusnya mendapatkan bimbingan akademis justru terjebak dalam pusaran skandal yang merusak masa depan dan nama baik mereka sendiri.

​Tindakan oknum PL bukan sekadar pelanggaran moral biasa, melainkan sebuah pengkhianatan terhadap kepercayaan publik kepada RSKJ Bengkulu. Sebagai institusi yang menangani kesehatan jiwa, perilaku oknum pegawainya justru menunjukkan degradasi moral yang sangat kontras dengan nilai-nilai kemanusiaan.

​"Ini adalah tamparan keras bagi dunia kesehatan di Bengkulu. Jika seorang pegawai di institusi medis bisa dengan bebas menjadikan mahasiswi magang sebagai objek pemuas nafsu, maka ada yang salah dengan pengawasan internal di sana," ujar salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya.

​Publik kini menunggu keberanian pihak manajemen RSKJ Provinsi Bengkulu dan dinas terkait untuk mengusut tuntas kasus ini. Masyarakat mendesak agar PL diberikan sanksi berat, baik secara administratif maupun hukum, guna memulihkan nama baik RSKJ dan menjamin keamanan para mahasiswa yang sedang menimba ilmu di sana.

Dugaan Pelanggaran Etika di RSKJ Bengkulu

Pegawai berinisial PL diduga terlibat relasi tidak pantas dengan mahasiswi magang Bengkulu Sebuah dugaan pelanggaran etika mencuat di Rumah Sakit Khusus Jiwa (RSKJ) Provinsi Bengkulu.

Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa ketiga mahasiswi berasal dari jenjang pendidikan yang berbeda, yakni dua orang dari semester 6 dan satu orang dari semester 2. Dugaan tersebut menimbulkan perhatian publik karena melibatkan relasi kuasa antara pegawai dan peserta magang.

Kasus ini dinilai berpotensi mencederai etika profesi dan lingkungan pendidikan klinis yang seharusnya menjadi ruang aman bagi mahasiswa untuk belajar dan mendapatkan bimbingan akademik.

Sejumlah pihak menilai pengawasan internal di lingkungan rumah sakit perlu diperkuat agar kejadian serupa tidak terulang.

“Ini menjadi perhatian serius karena menyangkut integritas institusi kesehatan dan perlindungan terhadap peserta magang,” ujar salah satu sumber yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Publik kini menantikan langkah resmi dari manajemen RSKJ Provinsi Bengkulu dan instansi terkait untuk menelusuri kebenaran laporan tersebut. Jika terbukti, masyarakat meminta agar tindakan yang sesuai dengan ketentuan hukum dan peraturan kepegawaian dapat diterapkan.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak RSKJ Provinsi Bengkulu mengenai dugaan tersebut maupun langkah penanganan yang akan diambil. (**)